Batu Karang….
Posted on November 18th, 2011 @ 1:45 am

Wanita itu lugu dan selalu berpikiran positif. Baik hati dan suka menolong siapa saja dengan ‘total’. Jiwa sosialnya menuntut untuk selalu menolong siapa saja dengan segala keterbatasannya. Karena bukan berasal dari keluarga berada, seringkali ia memberikan tenaganya untuk membantu orang tanpa kenal lelah. Bahkan di kala sakit sekalipun. Tak jarang, keluguan dan kebaikkannya itu dimanfaatkan orang. Namun ia selalu rela dan menerima jika dirinya harus di-kambing hitam-kan.

Wanita itu memang punya hati dengan berjuta maaf. Ia tidak pernah menyimpan dendam pada siapa saja yang pernah melukai hatinya. Sesakit apapun itu. Entah pada keluarga, teman, rekan kerja dan tentu saja juga pada anak-anaknya. Kalaupun ia emosi, kata-katanya memang pedas. Namun mungkin saja, dengan caranya yang sedikit kasar itu, maka ia tidak pernah menyimpan segala uneg-unegnya dalam hati.

Wanita itu terkadang membuatku kuatir. Seringkali ia membuatku tertawa. Tak jarang juga membuatku marah dan kesal. Tapi dengan begitu, aku jadi memahami betapa aku mencintainya dan betapa pentingnya kehadirannya bagiku dan keluargaku.

Wanita itu adalah ibuku. Mamiku. Aku bersyukur kerena Tuhan Yesus memilihnya untuk menjalankan peran itu. Sesosok yang bisa menjadi seorang ibu sekaligus teman dan sahabat. Dan pastinya, aku yakin sekali, di rumah Bapa, ayahku pun bersyukur karena telah dipilih Tuhan untuk menjadi Suaminya.

Selamat ulang tahun mami. Tetaplah menjadi batu karang buat kami.


Comments
Uncategorized
hello world
Posted on November 11th, 2011 @ 11:11 am

Banyak yang bilang menulis itu gampang. Mudah. Tinggal transfer saja apa yang ada di pikiran ke dalam bentuk tulisan. Gampang, kan? Mudah, kan? Nah, ayo coba siapa yang berani ngomong gitu di depanku sekarang. Pasti langsung aku jedot-jedotin ke tembok kepalanya sambil teriak-teriak, “Susah, tahu???!!!”.

Buat aku memang rasanya menulis itu susah. Sulit. Tidak segampang kata orang. Padahal, banyak sekali peristiwa yang terekam di kepala, yang seakan memohon untuk diabadikan dalam bentuk tulisan.

Masalahnya ya itu tadi, “Susah, tahu???!!!”.

Tapi orang juga bilang, yang sulit pun, asal dicoba sedikit demi sedikit, pasti suatu saat akan bisa. So, here I am, in my own blog, trying to beat the giant monster named writing. Doakan, ya :)

Selokan jalan di depan rumah
Tumbuh pohon pepaya yang kurus sekali
Blog saya yang jarang dijamah
Alhamdulillah ya sudah mulai diurus kembali


Comments
Uncategorized
140808 – 140811
Posted on August 14th, 2011 @ 1:55 am

3 tahun berlalu dengan berjuta rasa dan cerita….

 

kalo kata orang yang sabar lama lama juga biasa tapi koq yah gak biasa biasa yah… entalah, bukan tidak rela atau apa lah namanya…

 

dari hatiku yang terdalam aq percaya dan aq yakin sekali bahwa dirumah Bapa, pasti lebih indah, lebih nyaman, lebih aman dan tenang…

 

namun salahkah kalau hati ini masih sangat merindukannya… masih merasakan kehilangan… masih ingin mendengar canda tawanya… bahkan amarahnya untukku….

 

masih ingin dipeluk, karena ia senang sekali kalau anak2 dan istrinya ada dipelukannya….

 

masih ingin bisa bertukar cerita, saling curhat atau diskusi, walaupun kadang harus berakhir dengan air mata….

 

masih ingin bisa membelikannya baju… walaupun seringkali ia menolak, bahkan ia suka marah kalau tau harganya mahal, sayang katanya….

 

masih ingin ditagih oleh2 setiap kali keluar rumah…. “jangan lupa camian (camilan) yah, dek”

 

merindukan semua tentangnya… satu paket yang unik dan sangat lengkap… papi, adhe kangen….

 

Terimakasih Tuhan Yesus, kasih dan penyertaanMu memampukan kami melalui hari2 disepanjang kehidupan kami… Ajarkanlah kami untuk selalu senantiasa mengucap syukur apapun keadaannya…

 


Comments
Uncategorized
Menoleh Sejenak…
Posted on July 2nd, 2011 @ 1:33 am

Menatap lembaran kusam

Mengungkap cerita penuh kenangan

Teriris perih meninggalkan luka yang dalam

Pilunya hati merintih dibalik canda tawa

Dingin yang merasuk jiwa menjelma untaian kristal putih di sudut mata

Akankah semuanya kan hilang bersamanya…

 

 

-0806-

 


Comments
Uncategorized
60 Tahun
Posted on June 1st, 2011 @ 3:06 am

Seringkali nyebelin, cerewet banget, segala sesuatu selalu saja dikomentari… Kadang membangung, tak jarang memarahi, seringkali hanya ingin diperhatikan…. Anehnya ketika ia diam, justru aku merasa ada yang lain, ada yang salah atau ada sesuatu dan aku akan merasa ketakutan……… Walau begitu aku sangat menyayanginya… Dan ia tau sekali itu…….

 

Perhatiannya begitu besar, bahkan semua teman yang pernah aku sebut namanya ketika bercerita, mulai dari aku kecil sampai sebesar ini ia ingat dengan baik, dan kadang pula justru aku yang lupa…. Usahanya untuk selalu bisa dekat, walaupun sebagian besar kebersamaan kami dihabiskan dengan berjauhan karena bentuk tanggung jawabnya untuk kami, sangat luar biasa… ia tidak pernah mau membuang kesempatan sekecil apapun, waktu sesingkat apapun untuk dilalui tanpa kebersamaannya dengan kami, walaupun hanya dengan menonton tv atau mendengarkan kami bercerita tentang sesuatu yang gak penting biar hanya lewat telepon jika kami sedang berjauhan…. Bukan materi yang ia berikan, tapi limpahan kasih sayang dan perhatian yang tak pernah kunjung padam di sepanjang hidupnya…. Membuat aku, sangat mencintainya… dan ia sangat tau itu……..

 

Bertahan melewati hari-hari tanpa suaranya, tanpa keusilannya, tanpa perhatiannya…. Menyadari kebersamaan yang nyata telah berlalu, memahami kehadirannya tak akan pernah lagi aku lihat dengan mata ini, mengenang hari-hari singkat yang kami lalui dengan berjuta kenangan, menerima keadaan ini sebagai rencana Tuhan yang indah bagi kehidupannya dan keluarga kami… Dan yang terpenting mengimani bahwa Ia sudah bahagia bersama Bapa di surga… Aku sangat teramat merindukannya…..

 

Tepat 60 tahun usianya dihari ini, pilu mengingat pada usianya yang ke 57 merupakan hari ulang tahun terakhir yang dapat kami lalui bersama…. Waktu berjalan begitu cepat, namun cinta, kasih sayang, perhatian dan pengorbanan yang ia berikan untuk kami tak kan pernah lekang oleh waktu….

 


Comments
Uncategorized
Ketika Hati Berbicara….
Posted on May 24th, 2011 @ 11:53 am

Aku suka laut….
Aku suka pantai….
Aku suka gunung….
Aku suka sawah….
Aku suka sungai berbatu dan berair jernih….
Dan Aku juga suka jalan raya yang panjang….

Disana Aku meraih keriaanku….
Kesedihanku….
Kesendirianku….
Ketenanganku….

Hanya dengan diam….
Entah berdiri….
Duduk….
Atau berbaring….
Semuanya mengalir tanpa batas….
Lepas dan bebas….
…….. ……..

 


Comments
Uncategorized
18096
Posted on April 16th, 2011 @ 9:17 am

……..

Perjalanan yang penuh liku… mendaki dan menurun… berbatu dan licin… sering kali dikelilingi semak belukar… jurang yang terjal… bahkan hutan belantara…..

 

Penuh warna… hitam dan putih… sesekali pelangi… walaupun lebih sering abu-abu….

 

Begitu banyak pelanggaran… begitu banyak keluhan… begitu banyak pertanyaan… yang kesemuanya bermuara pada dosa….

 

Tidak pernah sekalipun Kau meninggalkan ku walaupun berulang-ulang kali aku Menyalibkan Mu….

 

Ketika kesempatan untuk memperbaiki diri dan berbagi masi diberikan secara Cuma-Cuma dengan apa kah aku harus berterima kasih selain mengabdikan sisa hidupku untuk-Mu…. ‘mengabdi’ sebuah kata yang sangat mudah untuk di ucapkan tapi sangat tidak mudah untuk dilakukan….

 

thank God for your faithful love throughout my life….

thank God you still give me the opportunity to improve myself… guide me to become what You want… at least leave the way I lived my life before…

 


Comments
Uncategorized
Herman Joseph Lumunon
Posted on June 1st, 2010 @ 2:46 am

Hari ini 01 Juni, hari ulang tahun papiku yang ke-59….. seandainya papiku masi ada di dunia ini…. Hampir dua tahun atau lebih tepatnya satu tahun sembilan bulan delapan belas hari papi sudah tidak bersama-sama lagi… sudah tidak bisa melihatnya secara langsung… Rasa kehilangan ini begitu sungguh membekas… berharap kejadian itu tidak pernah terjadi… namun sudah terjadi…. berharap hari itu tidak pernah ada dalam kehidupan keluarga kami…. tapi ada, dan sudah terlewati….

Herman Joseph Lumunon….
Pria yang mengajarkan aku bagaimana cara menghadapi kehidupan di dunia ini… yang mengajarkan kepadaku untuk menjadi wanita yang mandiri, kuat dan pribadi yang menyenangkan… yang selalu memberiku dorongan, semangat dan motivasi dikala aku terjatuh…

Herman Joseph Lumunon….
Seorang teman ngobrol, diskusi dan beradu argumentasi yang menyenangkan…Teman nonton film laga yang seru…Teman makan Durian yang membuatku selalu ingin beli buah ini setiapkali musim… Teman

Herman Joseph Lumunon….
Seorang ayah yang membesarkan aku tidak dengan berlimpah materi, tapi dengang berlimpah perhatian dan kasih sayang yang tak pernah berhenti di sepanjang hidupnya…. seorang ayah yang mau di tegur jika dia melakukan kekeliruan dalam perkataan dan perlakuannya…. seorang ayah yang sangat bertanggung jawab…. Ayah yang selalu mengajari aku bagaimana kebersamaan dan keutuhan keluarga ada di atas segala-galanya…. Ayah yang selalu menanti aku pulang, jika sedang berpergian…. Ayah yang selalu berusaha membahagiakan seluruh keluarganya, dengan segala keterbatasannya….

Terimakasih Tuhan Yesus, Engkau telah mampukan aku dan keluargaku untuk melanjutkan kehidupan ini tanpa kami bisa melihat papi secara langsung lagi…. walaupun semuanya begitu sangat berat untuk dilalui, tapi aku yakin dan percaya rencana-Mu indah untuk keluargaku.


Comments
Uncategorized
About Something…
Posted on June 22nd, 2008 @ 5:17 pm

kerjasama…

tolong menolong…

memanfaatkan…

sama-sama menguntungkan…

dimanfaatkan…

memanfaatkan…

seringkali yang terjadi dimanfaatkan… ilmu yang kita miliki bukannya memberikan sesuatu yang positif dalam kehidupan kita, tapi justru membuat kita semakin dicari-cari orang untuk ‘dibodohi’….hehehe


13 Comments
Uncategorized
Juni oh Juni
Posted on June 16th, 2008 @ 10:32 pm

Kadang-kadang sedih juga udah setengah perjalanan di tahun 2008 ini koq masih gak ada perubahan yah…seakan waktu melaju dengan cepatnya sedangkan aku cuma bisa terdiam melihat, tanpa mampu melakukan apa-apa untuk mengejarnya.
Seakan baru saja terjaga dari tidur yang lelap dan berada ditempat yang begitu asing, tanpa satupun orang atau apapun yang bisa kujadikan pegangan untuk melangkahkan kaki walau hanya selangkah.
Maju, mundur… depan, belakang… Timur, Barat, Utara, Selatan..semuanya seakan tak ada bedanya…. tak tahu harus melangkah kemana.
Juni… diawali dengan kekecewaan… berlanjut dengan kesedihan… kesemena-menaan… pertikaian… ketidakjelasan… dan entah nantinya akan diakhiri dengan apa bulan Juni ini…
Tahun 2008, 6 bulan lagi baru akan berakhir… tapi menghadapi 13 hari lagi untuk mengakhiri bulan Juni saja aku sudah pesimis…


4 Comments
Uncategorized

<< Previous Next Page » Next Page »